Costum Search Enginge (CSE)

Loading

Minggu, 13 Januari 2019

Dear suamiku
Aku tahu kamulah yang ditakdirkan Tuhan untuk jadi imamku, kamulah yang aku harap mampu memahami dan mengerti keinginanku
Namun aku merasa kamu tak menganggapku seperti wanita yang kau kasihi, jika kamu berada di depan teman-temanmu
Aku merasa asing, aku seperti orang biasa yang tak ada hubungannya denganmu
Kata-katamu sering tak mengenakan hati
Yang ku inginkan, kau berkata dengan lembut kepadaku karena aku tak sanggup mendengar kata-kata seolah aku tak kau harapkan berada di sampingmu
Lelah hati ini saat aku berharap kau seperti lelaki romantis di luar sana yang mau menggandeng istrinya saat berjalan bersama, melindungi, dan menjaga agar istrinya tak terjatuh. Tapi kau tidak, kau melepaskanku begitu saja. Sempat terpikir untuk mengakhiri dan cari lelaki lain yang romantis, menyenangkan hati tutur katanya, dan tidak seblak seperti kamu
Tapi... Aku kembalikan semua kepada takdir
Mungkin inilah takdirku mendapatkan kamu yang cuek dan tidak sehangat harapanku
Aku cuma bisa mengganti semua kata harapan menjadi mendoakan kamu, supaya kamu bisa lebih menganggap aku istrimu, bukan teman yang bisa kau utarakan kata2 seblak mu itu
Sedih memang kalau aku masih berharap kamu menjadi apa yang aku mau, tapi tak kunjung berubah
Capek hati ini memendam rasa kecewa karena kamu
Aku cuma ingat satu hal, jika dia tak bisa menjadi apa yang kamu harapkan maka doakan saja dia dan jadikan diri sendiri pribadi yang jauh lebih baik
Kodratku sebagai istri memang harus patuh sama suami, tapi aku pun ingin suamiku memberikanku ucapan yang membuatku tersipu malu dan semakin sayang kepadanya.
Maafkan aku yang banyak berharap kepadamu suamiku...
😔😔